Jumat, 25 Mei 2012

Tomodachi (lanjutan)

Jalan menuju Jepang

Hari – hari berikutnya Zhafira selalu mengisi waktu luangnya chatting dengan Naoki. Bermacam tema pembicaraan mereka, mulai dari ketertarikan masing – masing pada keunikan budaya asal mereka hingga diskusi tentang jalan untuk mewujudkan impian mereka. Mereka memiliki impian yang sama untuk bisa belajar di negara favoritnya. Zhafira benar – benar beruntung karena Naoki banyak memberikan informasi tentang pendidikan di Jepang dan cara mendapatkan beasiswa di sana. Bahkan Naoki bersedia memintakan rekomendasi pada Profesor Tanaka Kimura bila dia memang bersungguh – sungguh ingin melanjutkan pendidikan di negeri Sakura tersebut.

Dari Naoki juga Zhafira bisa meningkatkan kemampuan Bahasa Jepangnya. Pada akhirnya Zhafira memutuskan mendaftar di beberapa tawaran beasiswa studi ke Jepang dan ia sungguh beruntung karena berhasil mendapatkan salah satunya. Ia diterima di kampus impiannya, Tokyo Institute of Technology yang juga menjadi tempat Profesor Tanaka mengajar. Zhafira benar – benar berterima kasih pada sahabat maya-nya, Naoki. Ia bisa mewujudkan impiannya karena bantuan sahabatnya itu. Bahkan keluarga Naoki mengizinkannya untuk tinggal di tempat mereka karena sudah seperti saudara untuk Naoki.

Pertemuan Dua Pemimpi

Dengan senyum Zhafira melangkah penuh semangat di bandara internasional Narita, Jepang. Itu adalah langkah awal ia menginjakkan kaki di negeri impiannya itu. Dihirupnya udara Jepang yang sejuk itu dalam – dalam lalu mengedarkan pandang ke seluruh penjuru. Ia terkagum – kagum dengan keindahan bangunan bandara itu, ada banyak sekali orang dari berbagai negara di sana. Tak henti ia berbisik “Jepang memang menakjubkan”. Zhafira masuk ke bagian Arrival, ternyata di antara pengunjung ada seorang yang telah menunggu dengan membawa tulisan nama panggilannya “Fira Chan”. Dia sangat yakin itu adalah Naoki Kimura sahabat maya-nya yang baru pertama kali ini ia temui.

“Ohayou….”, sapanya begitu mendekati Naoki. Orang itu tampak terkejut, lalu… “Fira Chan? Ohayou gozaimasu. Anata wa o genki desu ka”. Fira membalas dengan senyum, “Hai… genki desu ! Watashi wa anata ni aete hontōni ureshīdesu. Koko de matte kurete arigatou”
Naoki : “wow, your Japanese language is much better now. Come on my family is waiting for us”
Fira : “your family?”
Naoki : “yes, there’s also uncle Tanaka”
Fira : “Nao San…I am very grateful for all you've done”
Naoki : “you’re welcome. Actually I want to thank you cause you’ve helped me improve my English. You know what? Finally I got best score in my TOEFL test and at last I accepted a British scholarship !”
Fira : “So surprisingly, you’ve been accepted and will be studying abroad too?”
Naoki : “absolutely, Fira Chan finally we got our dreams come true. Congratulate for us !”
Fira : “I’m so glad that we’re dreamers and we reach our dreams cause we’re together”
Naoki : “as best friend, right? Now come to my house to celebrate our good friendship”
Fire : “Ikimashou….”

C U L8ER.....

Jumat, 04 Mei 2012

Tomodachi

Bermula dari ketak sengajaannya memasuki sebuah 'room' chatting kelompok anak - anak muda Jepang, Zhafira berhasil mewujudkan impiannya ke negeri sakura bahkan bertemu dan mengenal seseorang yang sangat dikaguminya.

Pertemanan dengan Naoki

Seperti biasa, setelah bosan browsing dan blogwalking Zhafira membuka Yahoo Messengernya lalu mencoba memasuki salah satu 'room'. Pada awalnya ia berencana gabung di room Indonesia saja namun entah kenapa yang ia masuki akhirnya adalah room 'Tomodachi' milik anak - anak muda Jepang.

Karena penasaran ia mencoba mengikuti obrolan mereka tentunya dengan bahasa Inggris dicampur dengan bahasa Jepang yang pas - pasan. "Konbanwa minna, Watashi wa Fira desu. Watashi wa Indonesia kara....", begitu ia mencoba memulai menyapa. Beberapa orang hanya membalas, "konbanwa..." tanpa ada yang mencoba berkenalan lebih lanjut. Zhafira kemudian bingung harus menuliskan apalagi (karena bahasa Jepangnya masih kacau). Akhirnya dia memutuskan untuk memakai bahasa Inggris saja. "Hi there, gomen. I can speak only a little of your native language. Is there anybody wanna be my new friend? i really wanna have Japanese friend to share about what i like from that country...."

Lama tak ada balasan, tiba - tiba seorang dengan nickname Nao membalasnya. "Hi Fira, nice to know you. Actually i was looking for an English friend and i think it would be better to be a friend of you", demikian ditulis Nao. Betapa senang Zhafira akhirnya berhasil mendapatkan seorang teman dari Jepang. Segera ia menjawabnya,

Zhafira : Hi Nao, is that ur truly name? hopefully we'll be good friend.
Nao : yes, i'm Kimura Naoki. u can call me Kimura-San or just Nao-San. Hmm, Fira Chan?
Zhafira : OK Nao san, asl
Nao : 24 m Kyoto, u?
Zhafira : 24 f Bandung
Nao : what do u like from Japan?
Zhafira : almost everything, the culture, language, art, custom especially technology
Nao : Wow, u look love our country so much ^_^
Zhafira : Hai...Watashi wa hontouni Nihon ga suki ^_^
Nao san, there's a person whom i adore n i really wanna meet him 1 day. Since u've same family name
with him, i wonder if u 2 have a relationship
Nao : Let me guest, is he an artist?
Zhafira : :D' i c. i'm sure u talk bout Takuya Kimura, right?
Nao : gomenasai, Fira chan :)
Zhafira : Since i really like technology. Person whom i adore was a scientist. Do u know Kimura Tanaka?
Nao : Sugoi ! what a coincident ! Tan san is my uncle. Fira chan do u really wanna meet him?
Zhafira : absolutely ! i hope can learn much bout good inovation and robots from him
Nao : Wakarimasu, i'll tell ya later. Now's time to rest. Jaa Matta
Zhafira : Domo arigatou... Oyashuminashai
Nao : Oyashuminashai ^_^

unfinish...