Selasa, 17 Desember 2013

KARENA MU

Aku terpaku…
Detik terus berjalan perlahan
Tiap kata seperti menguap
Sulit ku dapat ungkapku
Sesuatu yang tak biasa untukku

Rangkai kata indah tak terlihat
Ia hanya terukir di dalam hati
Seakan semua terhenti
Seakan jari yang biasa menari jadi kaku
Seakan rasa yang berpendar lebih menyilaukan dari kata
Dan semua karenamu
Saat ku membawa bayangmu dalam hariku
Saat suara dalam jiwaku memanggilmu

Ada rasa yang menyublim
Berubah menjadi sebait doa
Menguntai selaksa asa yang ku hantar di ujung sajadah
Mematri tanya dalam retorika
Mencari seuntai kata refleksi rasa
Seakan tiada padahal nyata

Aku terkesima…
Tiada bisa ku hindarimu
Semua ketakbiasaanku jadi biasa
Semua kemustahilanku jadi bisa
Dirimu seakan membawa sesuatu yang tak biasa
Aku hanya biasa, dirimu luar biasa

Akhirnya jiwa ini mengakui
Dirimu meniadakan semua ketakmungkinanku

Rabu, 28 Agustus 2013

YOUR BEST FRIEND IS YOUR TRULY SOULMATE

Ini kisah tentang perasaan yang lebih indah dari sekedar cinta. Tentang hubungan sepasang anak manusia yang memahami bahwa kasih sayang tak sekedar ucapan pun status sebagai kekasih. Lebih dari itu, semua perasaan yang terjewantahkan dalam beragam jenis kasih sayang, suatu saat jadi kakak-adik, lain waktu jadi sepasang sahabat, di waktu yang lain menjadi partner kerja yang mutualisme, dan di waktu yang lain lagi akan menjadi senior-junior dan motivator.

Si unik Auxi

Awal September hari pertama aku bekerja di sebuah biro keuangan milik pemerintah. Hari itu pula awal mula aku mengenalnya, seorang pegawai berwajah manis (karena selalu tersenyum bila bertemu orang) yang terlihat senang membantu rekan – rekannya yang membutuhkan bantuannya. Sejak memulai bekerja di biro ini aku sering memperhatikannya karena aku sangat terkesan dengan ketekunannya mempelajari hal – hal baru yang belum diketahuinya. Dia berbeda dengan pegawai yang lain, mungkin karena dia dianggap paling muda dan junior di kantor ditambah lagi perawakannya yang masih seperti pelajar SMU maka mereka melihatnya seperti seorang adik kecil yang bisa disuruh – suruh dan harus selalu diajari. Auxi begitu dia memperkenalkan diri padaku, nama yang unik menurutku. Ada kisah lucu berhubungan dengan namanya ini. Suatu hari atasan memintaku untuk mengisi daftar hadir seluruh pegawai, untuk itu aku membaca nama mereka satu – persatu lalu mencari apakah peawai yang bersangkutan hadir. Tibalah pada satu nama yang belum pernah ku dengar sebelumnya, Muhammad Gifta Setiawan. Karena aku tak tahu siapakah gerangan pemilik nama, maka ku tanyakan kepada Auxi. Namun bukannya menjawab pertanyaanku, dia malah senyum – senyum sendiri. Butuh waktu beberapa menit untuk menyadari bahwa itu adalah namanya. Hingga akhirnya pertanyaanku berubah menjadi “koq panggilanmu Auxi? Itu sangat berbeda dengan nama panjangmu”. Si Auxi hanya menjawab, “aku merasa lebih keren aja dipanggil seperti itu walaupun aku ga tahu artinya apa”. Spontan saja aku tertawa mendengar penjelasannya itu.

Find my Mate

Sejak kejadian Auxi’s Name itu (kami menamai peristiwa itu begitu) kami pun mulai sering berbagi cerita dan semakin akrab. Ternyata kami memiliki hobi dan pengalaman yang hampir sama. Kebetulan seksi/bagian pekerjaannya yang sekarang dulu pernah aku lakoni sewaktu masih bekerja di kantor lama (sebelumnya aku pernah bekerja di kantor penanaman modal milik swasta). Jadilah hubungan kami seperti senior – junior yang saling belajar dan mengajarkan. Di luar urusan pekerjaan, minat kami yang sama terhadap dunia seni membuat kami mejadi sepasang sahabat yang saling melengkapi dan berbagi cerita, mimpi dan harapan. Mulai dari musik, film sampai traveling. Bahkan tanpa terucapkan pun kami sudah bisa menebak jalan pikiran masing – masing. Bagiku dia benar – benar sahabat sekaligus partner kerja yang sangat menyenangkan. Di saat kita telah merasakan kenyamanan dalam hubungan dengan seseorang maka tanpa ditanya pun kita akan dengan senang hati menceritakan masalah kita padanya. Begitulah yang terjadi antara aku dan Auxi. Ketika aku sedang mengalami masalah dengan kekasihku dan aku tak ingin menceritakanya pada siapa pun. Aku mencoba untuk menyelesaikan masalahku sendiri. Ternyata Auxi mengetahuinya, dia dapat merasakan sesuatu yang sedang mengganggu pikiranku. Namun dia menghormati privasiku, dia hanya berusaha membuatku lupa pada masalahku tanpa menanyakan apa yang terjadi padaku. Dia tidak pernah memaksa untuk menceritakan apapun padanya, dia yakin aku sendiri yang akan menceritakan padanya dan dia memang benar. Itulah kedewasaan sikapnya yang selalu membuatku menghormatinya.

Rasa Tak Sama dengan Pikiran

Pada akhirnya aku sering menceritakan masalahku padanya dan seperti seorang adik laki – laki yang sangat menyayangi kakak wanitanya, Auxi akan selalu mendengar dengan penuh perhatian lalu memberikan saran dan nasehat – nasehat bijak menghadapi masalah yang aku alami. Begitu juga aku sering memberi nasehat – nasehat dan masukan untuk masalah yang dia ceritakan padaku. Dia pun selalu membantuku menyelesaikan pekerjaanku pun sebaliknya aku membantunya dalam pekerjaannya. Karena sudah saling membutuhkan, kami sering terlihat bersama seperti satu tim yang tak terpisahkan. Saling mendukung dan memotivasi. Rekan – rekan sekerja kami pun mulai menggosipkan, mereka mulai berpikir bahwa ada hubungan cinta antara aku dan Auxi. Mulai lah tiap orang di biro ini mencurigai hubungan perasaan antara kami berdua. Tapi baik aku maupun Auxi tak pernah mempedulikan apa pun pikiran orang. Apa pun yang dikatakan orang tentang kami, kami berdua menyadari ada rasa yang lebih indah dari sekedar cinta. Rasa saling menghormati, saling percaya, saling mengerti, saling melindungi, saling mengasihi dan saling berbagi. Tanpa ada keinginan saling memiliki, tanpa saling mencemburui dan tak ada saling mencurigai. Semua tentang ketulusan dan keindahan. Walaupun rasa yang kami bina tak pernah sama dengan apa orang lain pikir, namun aku percaya pada apa yang pernah diucapkan seorang motivator yaitu “Soulmate must not always your lover, sometimes your best friend is your truly soulmate”

Sabtu, 15 Juni 2013

STORY ISN’T END YET

First time I saw that peculiar gaze
Nothing so interesting enough
Never realize the wind revert direction
More it often seen, more peculiarity felt
My logic try to run away
Something hold it back
More try, it stronger take me back
Oh I never plan to give up

As time through I can only mute
In my cold, hide behind a smile
Let the wind decide my right place
Let the odd foreboding in my mind
Let their songs played
Seems it would be long long way
Till time for my right song

I never ever suppose
Enter too far into your gaze
Even never plan to play the same song
I never realize
You’ve made me fell
Fell too deep into warmth of your soul
Then finally I give up in your sincerity

The wind have made our song
Become hum of yearning
Time have taken me back
Far away from the one
Who have reverted my sad song
Become a calm melody

Part of my life still there
Your song seems call me to return to you
As I hope there’ll be days we’re together
Cause our story isn’t end yet


Tuesday 10 : 58 p.m, 13/06/13

Senin, 19 November 2012

This song always resound in my heart

We Will Not Go Down (song for Gaza)
By. Michael Heart

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Selasa, 16 Oktober 2012

Sehat Ala Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam

Rupanya tanpa kita sadari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, kita tak boleh sembarangan. Hal inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain-lain penyakit.

Ustadz Abdullah Mahmood mengungkapkan, Rasullulah tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Berikut Adalah kebiasaan beliau yang tak pernah dilewatkan.

Jangan makan SUSU bersama DAGING
Jangan makan DAGING bersama IKAN
Jangan makan IKAN bersama SUSU
Jangan makan AYAM bersama SUSU
Jangan makan IKAN bersama TELUR
Jangan makan IKAN bersama DAUN SALAD
Jangan makan SUSU bersama CUKA
Jangan makan BUAH bersama SUSU (ex : COCKTAIL)


Petunjuk Nabi Dalam Hal Memakan Makanan

1. Jangan makan buah setelah makan nasi, sebaliknya makanlah buah terlebih dahulu, baru makan nasi.
2. Tidur 1 jam kemudian, setelah makan di tengah hari.
3. Jangan sesekali tinggal makan malam. Barang siapa yg tinggal makan malam dia akan dimakan usia dan kolesterol dalam badan akan berganda.
4. Dalam Al-Quran juga melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut.

Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama susu. karena akan cepat mendapat penyakit. Ini terbukti oleh ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion+ sedangkan dalam ikan mengandung ion-, jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan maka akan terjadi reaksi biokimia yang akan dapat merusak usus kita.

Maha Besar Allah Yang Telah Mengutus Rasulnya Dengan Membawa Kebenaran


sumber:www.situslakalaka.blogspot.com

Senin, 15 Oktober 2012

One Day In Our Palace

I woke up on the softly heath
I could hear the calm flow of the river
Whisper gentle breeze caressing my face
Butterflies frolic among the flowers
Stacked clouds like cotton candy
Then I heard your voice
Humming like a sound of yearning

When I closed my eyes
I could feel a hand touch me
Take me flying with doves
Under the warmth of the sun
To a place beyond the rainbow
Seems a palace of peace

Foundations made of loyalty
Walls are made of love
Sheltered by roof of sincerity
and fenced by the trust

Every sight there only looks beauty
From your eyes I see composure for your souls
From your heartbeat I hear love’s melodies
In your embrace, there is warmth
As if time stopped in infinite space
As if our hearts are able to call each other in silence

This is our palace
This is our own world
Where all the beauty into chime
Where every breath exhaled longing
Although this is too beautiful for a reality

One day in our own palace…
.

Rabu, 19 September 2012

Kriteria Jodohmu.....

Lelaki terindah di mata wanita bukanlah yang paling tampan melainkan yang bisa membuatnya merasa tercantik di dunia

Lelaki yang tergagah di hati wanita bukanlah yang paling kekar ototnya melainkan yang mampu mendengarkan, memahami dan mengerti curahan hatinya

Lelaki terkaya bagi wanita bukanlah yang terbanyak hartanya melainkan dia yang pandai bersyukur dan mengucapkan terima kasih padanya

Lelaki tershalih bagi wanita bukan sekedar yang banyak ilmu agama dan rajin ibadahnya melainkan juga yang paling mulia akhlaknya

Lelaki paling hebat bagi wanita bukanlah yang membelikan apapun untuknya melainkan yang senyum dan air matanya selalu setia bersamanya

Lelaki tercinta agi wanita, dia yang prasangkanya tak mengalahkan akhlaknya, yang kekesalannya tak mengalahkan kemaafannya

----

Wanita tercantik bagi pria terbaik bukanlah yang paling jelita melainkan dia yang jika dipandang memberi rasa tenang dan surga pun terbayang

Wanita terkuat bagi pria bukanlah yang merasa terhebat melainkan yang menundukkan diri dengan ibadat, menempatkan diri dalam taat

Wanita terkaya di hati pria bukanlah dia yang bertumpuk harta melainkan yang ridha pada yang halal semata dan qana'ahnya menjadi simpanan tak fana

Wanita terdahsyat bagi lelaki bukan dia yang pesonanya memukau banyak mata melainkan yang siap menjadi madrasah cinta bagi anak - anaknya

Wanita paling kukuh di kehidupan pria bukan yang tak pernah menangis tapi yang tersenyum meneguhkan dan air matanya jadi pengingat takwa

Wanita paling bermakna bagi pria bahagia ialah dia yang kala berpisah menenangkan, kala berjumpa menggelorakan, tiap masa saling menguatkan



taken from twitter @PcintaAnakYatim

Jumat, 01 Juni 2012

DOA SEORANG WANITA (taken from Daarut Tauhid's)

Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku Seorang pria yang sungguh mencintai-MU lebih dari segala sesuatu.

Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-MU.

Seorang pria yang mempunyai hati sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk mentauladani sifat-sifat Agung-MU.

Seorang pria yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia seorang pria yang mempunyai hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas.

Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormatiku seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.

Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi seorang pria yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika di sebelahnya.

Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya seorang pria yang membutuhkan do'aku untuk kehidupannya seorang pria yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya seorang pria yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta

Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat seorang pria itu bangga berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintai-MU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cinta-Mu, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat-MU yang lembut sehingga kecantikanku datang dari-MU bukan dari luar diriku Berikan aku tangan-MU sehingga aku selalu berdoa untuknya.

Berikanlah aku penglihatan-MU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja Berikanlah aku mulut-MU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaan-MU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan : "Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan.

Jumat, 25 Mei 2012

Tomodachi (lanjutan)

Jalan menuju Jepang

Hari – hari berikutnya Zhafira selalu mengisi waktu luangnya chatting dengan Naoki. Bermacam tema pembicaraan mereka, mulai dari ketertarikan masing – masing pada keunikan budaya asal mereka hingga diskusi tentang jalan untuk mewujudkan impian mereka. Mereka memiliki impian yang sama untuk bisa belajar di negara favoritnya. Zhafira benar – benar beruntung karena Naoki banyak memberikan informasi tentang pendidikan di Jepang dan cara mendapatkan beasiswa di sana. Bahkan Naoki bersedia memintakan rekomendasi pada Profesor Tanaka Kimura bila dia memang bersungguh – sungguh ingin melanjutkan pendidikan di negeri Sakura tersebut.

Dari Naoki juga Zhafira bisa meningkatkan kemampuan Bahasa Jepangnya. Pada akhirnya Zhafira memutuskan mendaftar di beberapa tawaran beasiswa studi ke Jepang dan ia sungguh beruntung karena berhasil mendapatkan salah satunya. Ia diterima di kampus impiannya, Tokyo Institute of Technology yang juga menjadi tempat Profesor Tanaka mengajar. Zhafira benar – benar berterima kasih pada sahabat maya-nya, Naoki. Ia bisa mewujudkan impiannya karena bantuan sahabatnya itu. Bahkan keluarga Naoki mengizinkannya untuk tinggal di tempat mereka karena sudah seperti saudara untuk Naoki.

Pertemuan Dua Pemimpi

Dengan senyum Zhafira melangkah penuh semangat di bandara internasional Narita, Jepang. Itu adalah langkah awal ia menginjakkan kaki di negeri impiannya itu. Dihirupnya udara Jepang yang sejuk itu dalam – dalam lalu mengedarkan pandang ke seluruh penjuru. Ia terkagum – kagum dengan keindahan bangunan bandara itu, ada banyak sekali orang dari berbagai negara di sana. Tak henti ia berbisik “Jepang memang menakjubkan”. Zhafira masuk ke bagian Arrival, ternyata di antara pengunjung ada seorang yang telah menunggu dengan membawa tulisan nama panggilannya “Fira Chan”. Dia sangat yakin itu adalah Naoki Kimura sahabat maya-nya yang baru pertama kali ini ia temui.

“Ohayou….”, sapanya begitu mendekati Naoki. Orang itu tampak terkejut, lalu… “Fira Chan? Ohayou gozaimasu. Anata wa o genki desu ka”. Fira membalas dengan senyum, “Hai… genki desu ! Watashi wa anata ni aete hontōni ureshīdesu. Koko de matte kurete arigatou”
Naoki : “wow, your Japanese language is much better now. Come on my family is waiting for us”
Fira : “your family?”
Naoki : “yes, there’s also uncle Tanaka”
Fira : “Nao San…I am very grateful for all you've done”
Naoki : “you’re welcome. Actually I want to thank you cause you’ve helped me improve my English. You know what? Finally I got best score in my TOEFL test and at last I accepted a British scholarship !”
Fira : “So surprisingly, you’ve been accepted and will be studying abroad too?”
Naoki : “absolutely, Fira Chan finally we got our dreams come true. Congratulate for us !”
Fira : “I’m so glad that we’re dreamers and we reach our dreams cause we’re together”
Naoki : “as best friend, right? Now come to my house to celebrate our good friendship”
Fire : “Ikimashou….”

C U L8ER.....

Jumat, 04 Mei 2012

Tomodachi

Bermula dari ketak sengajaannya memasuki sebuah 'room' chatting kelompok anak - anak muda Jepang, Zhafira berhasil mewujudkan impiannya ke negeri sakura bahkan bertemu dan mengenal seseorang yang sangat dikaguminya.

Pertemanan dengan Naoki

Seperti biasa, setelah bosan browsing dan blogwalking Zhafira membuka Yahoo Messengernya lalu mencoba memasuki salah satu 'room'. Pada awalnya ia berencana gabung di room Indonesia saja namun entah kenapa yang ia masuki akhirnya adalah room 'Tomodachi' milik anak - anak muda Jepang.

Karena penasaran ia mencoba mengikuti obrolan mereka tentunya dengan bahasa Inggris dicampur dengan bahasa Jepang yang pas - pasan. "Konbanwa minna, Watashi wa Fira desu. Watashi wa Indonesia kara....", begitu ia mencoba memulai menyapa. Beberapa orang hanya membalas, "konbanwa..." tanpa ada yang mencoba berkenalan lebih lanjut. Zhafira kemudian bingung harus menuliskan apalagi (karena bahasa Jepangnya masih kacau). Akhirnya dia memutuskan untuk memakai bahasa Inggris saja. "Hi there, gomen. I can speak only a little of your native language. Is there anybody wanna be my new friend? i really wanna have Japanese friend to share about what i like from that country...."

Lama tak ada balasan, tiba - tiba seorang dengan nickname Nao membalasnya. "Hi Fira, nice to know you. Actually i was looking for an English friend and i think it would be better to be a friend of you", demikian ditulis Nao. Betapa senang Zhafira akhirnya berhasil mendapatkan seorang teman dari Jepang. Segera ia menjawabnya,

Zhafira : Hi Nao, is that ur truly name? hopefully we'll be good friend.
Nao : yes, i'm Kimura Naoki. u can call me Kimura-San or just Nao-San. Hmm, Fira Chan?
Zhafira : OK Nao san, asl
Nao : 24 m Kyoto, u?
Zhafira : 24 f Bandung
Nao : what do u like from Japan?
Zhafira : almost everything, the culture, language, art, custom especially technology
Nao : Wow, u look love our country so much ^_^
Zhafira : Hai...Watashi wa hontouni Nihon ga suki ^_^
Nao san, there's a person whom i adore n i really wanna meet him 1 day. Since u've same family name
with him, i wonder if u 2 have a relationship
Nao : Let me guest, is he an artist?
Zhafira : :D' i c. i'm sure u talk bout Takuya Kimura, right?
Nao : gomenasai, Fira chan :)
Zhafira : Since i really like technology. Person whom i adore was a scientist. Do u know Kimura Tanaka?
Nao : Sugoi ! what a coincident ! Tan san is my uncle. Fira chan do u really wanna meet him?
Zhafira : absolutely ! i hope can learn much bout good inovation and robots from him
Nao : Wakarimasu, i'll tell ya later. Now's time to rest. Jaa Matta
Zhafira : Domo arigatou... Oyashuminashai
Nao : Oyashuminashai ^_^

unfinish...

Minggu, 22 April 2012

SEPERTI RUMUS MATEMATIKA

Rhei terkaku tanpa bisa berpikir apa pun lagi saat melihat sendiri apa yang dilakukan Hiro. Berbagai berita negatif yang sering digosipkan teman – temannya selama beberapa bulan ini semakin terngiang – ngiang di telinganya. Sebelumnya Rhei tak pernah percaya gosip terlebih tentang Hiro, tetangga sebelah rumahnya yang telah menjadi teman akrabnya sejak kecil dan diam – diam Rhei mencintainya.

Sejak sebulan yang lalu Rhei tak pernah bisa menemui Hiro bahkan untuk sekedar bertegur sapa, sepertinya dia sengaja menghindari Rhei. Tiap kali Rhei mencoba bertanya pada orang – orang yang ada di rumah tetangganya itu jawaban mereka hanya tidak tahu bahkan nomor handphone-nya pun tak bisa dihubungi, mungkin dia sudah ganti nomor begitu pikir Rhei. Sementara itu di antara teman – temannya beredar kabar tak sedap bahwa Hiro berhubungan dengan seorang wanita yang bekerja di tempat hiburan malam. Sebagai teman akrabnya, tentu saja Rhei tidak percaya pada apa yang dia dengar itu karena Rhei sangat merasa sangat mengenal Hiro. Di mata Rhei, Hiro adalah seorang lelaki yang rajin beribadah, selalu bersikap sopan dan tak pernah melakukan hal – hal yang dilarang Tuhan. Tapi apa yang dilihatnya selama beberapa hari menguntit gerak – gerik Hiro membuat Rhei sangat kecewa.

Ada Apa denganmu, Hiro ?

Siang itu Rhei sudah bertekad untuk menemui Hiro dan menanyakan alasan atas tingkah anehnya selama sebulan terakhir ini. Sebenarnya Rhei bukan tipe orang yang suka ikut campur masalah pribadi orang lain tapi masalah Hiro adalah pengecualian. Itu karena Rhei sangat menyayangi teman akrabnya itu dan ia tidak ingin orang – orang menyebarkan cerita negative tentang lelaki yang dicintainya itu.

Rhei tau tidak mungkin menemui Hiro di rumahnya karena sejak sebulan lalu lelaki itu selalu pulang malam dan ia merasa tidak sopan bila harus bertamu ke rumah seorang lelaki malam hari. Sedangkan bila mengajak Hiro bertemu lebih tidak mungkin karena lelaki itu selalu menghindarinya, pun handpone-nya tak bisa juga dihubungi. Satu – satunya cara untuk bisa menemuinya adalah mendatangi kampusnya. Itulah alasan mengapa siang itu Rhei bukan berada di kampus tempatnya kuliah melainkan di kampus Hiro. Namun yang terjadi tidak sesuai dengan harapannya, orang yang dicarinya ternyata tidak sedang kuliah.

Hari itu Rhei bertemu dengan Ken, teman akrab Hiro yang satu fakultas dengannya. Dari Ken, Rhei baru tahu bahwa Hiro mengambil cuti satu semester tanpa alasan yang jelas. Menurut mulai Ken, Hiro hanya mengatakan dia butuh waktu istirahat karena terlalu penat dengan urusan di kampus bahkan sejak memulai cutinya Hiro juga tidak lagi mengaktifkan ponselnya. Sepertinya semua temannya benar – benar kehilangan kontak dengan Hiro. Rhei terheran – heran mendengar penuturan Ken, ia pulang dengan raut kecewa dan sebuah pertanyaan di benaknya, “Ada apa denganmu, Hiro? Apa yang sedang kau sembunyikan?”

Saat Seseorang Menghindarimu, Mungkin itu yang Terbaik

Rhei sudah sangat penasaran dengan semua yang dilakukan Hiro, sudah tiga hari ini ia uring – uringan dan tidak bersemangat. Dia sudah tidak tahan untuk meminta penjelasan dari Hiro. Karena itu hari ini Rhei nekad untuk menguntit Hiro lagi dan menemuinya di rumah wanita teman baru Hiro itu.

Sejak setelah isya Rhei sudah menunggu di depan rumah wanita itu, tepat seperti perkiraannya sekitar pukul setengah sepuluh Hiro dan teman wanitanya tiba di sana. Terlihat jelas betapa terkejutnya mereka berdua begitu melihat Rhei suah ada di depan pintu rumah. Namun kemudian wanita itu tersenyum dan bertanya dengan ramah padanya, “Maaf, apa nona mencari saya? Sepertinya kita tidak saling kenal.” Namun Hiro yang bisa menebak maksud keberadaan Rhei di sana langsung menjawab, “Namanya Rhei, dia pasti sedang menungguku. Tunggu di sini saja Rhei, aku mengantarnya ke dalam dulu !”, Hiro segera membawa wanita itu masuk sembari menutup pintu. Rhei hanya terdiam dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Lima belas menit kemudian Hiro keluar dan langsung berseru pada Rhei untuk mengikutinya segera meninggalkan rumah itu. Dalam perjalanan mereka……
Hiro : “kenapa kamu mengikutiku sampai ke sini, Rhei?”
Rhei : “karena aku tak bisa menemuimu di rumahmu dan ponselmu tak bisa dihubungi”
Hiro : “Jadi, apa masalahmu sampai harus menemui dan menghubungiku?!”
Rhei : “Hiro !! ada apa denganmu, sepertinya sudah sejak beberapa bulan ini kamu sengaja menghindari aku dan apa yang sedang kamu lakukan sekarang?”
Hiro : “apa yang aku lakukan itu bukan urusanmu dan sepertinya kita memang tidak perlu bertemu lagi !”
Rhei : “baiklah, apapun yang kamu lakukan memang bukan urusanku tapi tolong kasih alasan kenapa kamu tak mau bertemu lagi denganku. Aku tidak mau pulang sebelum kamu jelaskan alasanmu !”
Hiro : “karena itu lebih baik bagiku…dan menurutku juga untukmu”
(Rhei tak bergeming dari tempatnya dengan isyarat wajah tidak puas dengan jawaban Hiro)
Hiro : “Rhei sebenarnya aku hanya anak angkat dari orang tuaku yang sekarang. Kenyataannya adalah aku ini anak dari seorang wanita yang tidak bersuami. Dua puluh tahun yang lalu, ibuku yang masih bersekolah di sebuah SMU mempunyai seorang pacar yang sangat dipercayai dan dicintainya. Namun suatu pria itu melakukan hal yang menghancurkan masa depan ibuku. Dia merenggut kesuciannya, ibuku sangat sedih saat itu karena akhirnya dia mengandung anak yang tak pernah diharapkannya. Dia ingin meminta pertanggung jawabannya tapi lelaki itu malah menghilang tanpa jejak. Dalam keputus asaannya ibu pergi jauh dari kampung halamannya sampai ia bertemu dengan sepasang suami istri yang sudah lama menginginkan anak. Mereka berbaik hati memberikan tempat tinggal untuk ibu sampai dia melahirkan. Setelah melahirkanku, ibu berpikir dia tidak ingin selamanya menjadi beban keluarga itu tapi dia juga ingin anaknya mempunyai masa depan yang baik. Karena itu dia meninggalkan bayinya pada suami istri tersebut yang menjadi orang tuaku sampai sekarang. Tiga bulan yang lalu aku berhasil mendapatkan alamat rumah dan tempat kerja ibuku. Lalu aku mengambil cuti kuliah dan mencoba membantu ibu untuk mendapat pekerjaan yang lebih baik. Rhei… wanita yang bersamaku tadi itu adalah ibu kandungku. Dan dia hanya bekerja sebagai kasir di sebuah tempat hiburan”
Rhei hanya terdiam, sebuah bulir bening menetes dari sudut matanya, lalu….
Rhei : “kamu tidak perlu menghindariku karena semua hal ini, Hiro. Aku bisa tidak pernah mempermasalahkan masa lalumu”
Hiro : “Rhei bukan itu masalahnya, aku hanya tidak ingin jadi membencimu karena kau mengingatkanku pada orang yang sangat ku benci”
Rhei : “apa maksudmu?!!”
Hiro : “Ibuku sampai sekarang masih menyimpan gambar lelaki yang telah merusak hidupnya itu, kemarin beliau memberikannya padaku. Karena gambar inilah aku tak ingin bertemu denganmu lagi” (Hiro memperlihatkan selembar foto kepada Rhei)
Rhei tak bisa lagi membendung air matanya begitu melihat foto yang diperlihatkan Hiro padanya. Walaupun itu foto lama namun wajah orang itu tidak berubah sedikitpun, Rhei sangat yakin pria di foto itu adalah ayahnya.
Hiro : “Kebenaran itu seperti rumus matematika, complicated tapi tetap diperlukan agar bisa menemukan penyelesaian yang tepat”

Selasa, 06 Maret 2012

I’M 27 (part 2/end)

Cinta dan Persahabatan



Hana adalah gadis ramah dan pandai bergaul dengan siapa saja, baik laki – laki maupun perempuan, orang tua maupun yang leih muda, bahkan dengan orang asing sekalipun. Tak heran bila banyak orang yang menyukainya. Di antara sekian banyak teman lelakinya, ada dua orang yang hubungannya cukup dekat dengan Hana. Yang pertama namanya Levi, usianya lebih muda tiga tahun dari Hana. Mereka mulai akrab sepeninggal sahabat dekat Hana, Lia yang meninggal tiga tahun lalu karena sakit. Teman dekatnya yang kedua adalah seorang berkebangsaan Jepang bernama Atsushi Koike. Mereka sudah berteman semenjak Hana bekerja di kantornya yang sekarang. Koike adalah rekan kerja Hana yang sangat senang berkenalan dengannya karena nama Hana yang menurutnya sangat ‘berbau’ Jepang. Ditambah lagi Hana sangat lancar berbahasa Inggris dan sedikit mengerti bahasa Jepang. Mereka berdua sering sekali berbagi cerita tentang berbagai hal menarik dari tempat asal masing – masing.

Suatu waktu di hari minggu, Hana dan Koike mengobrol di kursi yang ada di teras rumah Hana. Tepat di saat itu Levi datang dan langsung bergabung bersama mereka.
Levi : “Assalamualaykum”
Hana : “Walaykumussalam, eh Levi tumben datang ga kasih kabar dulu?
Oh iya kenalkan ini temanku Koike. (berpaling pada Koike)
Koike kun, this is Levi”
Koike : “Hi, nice to meet you Levi san”
Levi : “Nice to meet you too”
Hana : “silahkan duduk dulu Lev, kita ngobrol bareng. Oh ya, kamu bisa pake English kan?”
Levi : “Hana, aku ke sini cuma ingin tau jawabanmu atas pernyataanku kemarin”
(dengan menatap penuh harap kepada yang ditanya)
Hana : (menghela nafas) “Maaf Lev, aku hanya bisa berteman. Kalau kamu menginginkan lebih dari itu, aku rasa ada orang lain yang lebih baik untukmu”
Levi : “yang lebih baik? Siapa maksudmu, kamu tidak bisa apa karena dia?” (melihat ke arah Koike)
Hana : “aku ga tau siapa tapi pasti ada yang lebih baik daripada diriku dan ini tidak ada kaitannya dengan Koike kun”.
Levi : “kamu yakin dengan keputusanmu itu, Han?”
Hana : (hanya mengangguk sembari tersenyum)
Levi : “baiklah kalau begitu, sepertinya aku harus pergi sekarang”
Hana : “cepat sekali Lev, apa kamu tidak mau berbagi cerita yang lain bersama kami?”
Levi : (menggeleng pelan) “I have to go now, thanks for all. Assalamualaykum”
Hana & Koike : “waalaykumussalam” (memandang heran).

Setelah Levi pergi…….
Koike : “Gomen, Yori. I hear that he mentions my name before, would you please tell me what exactly happen?”
Hana : “Koike kun, I’ve told you about what he asked me yesterday right? I think you still remember that”
Koike : (mencoba mengingat) “Do you mean about how he asked you to be his girlfriend?”
Hana : “Yeah, he just wanna know my answer few minutes before. Then I tell him if I can’t and he thinks it is because of you”
Koike : “Yori chan. Why he thinks it is because of me? And may I know why you can’t be his girl?”
Hana : “because I’m 27….”
Koike : “and he is younger than you? Yori chan it’s not good reason because you’ve ever told me if love wasn’t about age”
Hana : “Koike kun please listen until I finish my words, I can’t because I’m 27 that means I’m mature enough to know that he just needs me to replace Lia’s place. He doesn’t love me because of me but he looks me as Lia”
Koike : “I don’t understand, what is relation between your problem to Lia?”
Hana : “Lia is my best friend and she was his girlfriend before. May be he wasn’t realize but I see all thing about Lia were still kept by him”
Koike : “are you sure it’s not because the age and how would you answer if there isn’t problem about Lia?”
Hana : “I never judge someone by his age, also it’s not just because Lia. It’s because I never have any special feeling to him. He just my friend, a good friend”
Koike : “Alhamdulillah….”
Hana : (terkejut) “What you just say? You say, Alhamdulillah?”
Koike : (tersenyum sambil menyerahkan sesuatu kepada Hana) “Yori chan, look at my new identity card”
Hana : (membaca informasi yang terdapat dalam kartu yang diberikan Koike) “Muhammad Yusuf, and your religion is….Islam?” (memandang terheran-heran)
Koike : “yes, I’m muslim now but that’s not what I want you to see. Please see my birth date”
Hana : (menuruti apa yang dimaksud oleh Koike) “You were 5 years under my age? How can you….”
Koike : “yeah maybe my appearance looks older. We have the opposite problem, you looks younger”
Hana : “and?”
Koike : “and since you’ve said love wasn’t about age, would you think about us?”
Hana : “about what?..”
Koike : “you know Yori chan, since I know you I’ve changed to better person. You’ve inspired me to learn lot of new things even about Islam until finally I decided to be a good muslim. And I can’t deny that I need you beside me to through my whole life”
Hana : “Koike kun…”
Koike : “Please call me Yusuf now. Yori chan, I love you because my love to ALLAH and I need you not as a friend but to be my wife, so please don’t answer before you ask to ALLAH”
Hana : “InsyaAllah, Koi… eh I mean Yusuf”
Koike : “it’s dzuhur now, time to pray. Thanks for all Yori chan, Assalamualaykum”
Hana : “Waalaykumussalam….” (Lalu bicara dengan sangat pelan) “Semoga ALLAH meridhoi kebaikan yang kamu lakukan, Yusuf”

Minggu, 29 Januari 2012

I’M 27 (part 1)

Polisi : “Maaf dek, orang tua kamu mana?”
Hana : “ada di rumah, Pak. Ada perlu apa ya sama ortu saya?”
Polisi : “Jadi ini mobil siapa?”
Hana : “Yee…Bpk ini ditanya malah balik nanya. Ini mobil saya lah, kan saya yang bawa pak…..”
Polisi : “coba adek keluar sebentar”
(Hana keluar dengan gaya cueknya sementara Pak polisi mengamatinya dari atas sampai ke bawah) “Kamu masih sekolah kan?”
Hana : “Wah saya ngerti sekarang maksud Bapak ini, nih Pak KTP dan SIM saya. Silahkan di-check tanggal lahir saya dan status juga kalo perlu”
Polisi : (melihat foto di SIM lalu masih mengamati Hana dengan raut penasaran)
Hana : “Kenapa pak, masih ga percaya? Apa saya terlalu imut untuk bisa punya SIM?”
(sambil nyengir mengambil kartunya dari polisi) “Ya sudah Pak, saya rasa saya ga punya salah apa – apa jadi saya boleh pergi kan sekarang?”
Polisi hanya melihat terbengong – bengong saat Hana akhirnya melajukan mobilnya.

Si Kecil yang telah Dewasa



Hana Yori nama lengkapnya, biasa dipanggil Hana oleh orang kebanyakan tapi orang – orang dekatnya lebih suka memanggilnya Yocil singkatan dari Yori si kecil. Hana memang bertubuh mungil dan imut, tingginya hanya 145 centimeter dengan paras manis dan imut membuatnya terlihat 10 tahun lebih muda dari usia sebenarnya. Karena itu pula dia sering digoda teman – temannya, disuruh pakai seragam dan pergi ke sekolah.
Karena hal itu pula Hana sering kena sedikit masalah dengan polisi lalu lintas, baik saat mengendarai motor maupun mobil. Pada awalnya Hana sempat kesal dan marah kepada orang – orang yang menganggapnya anak kecil namun lama – kelamaan dia menjadi terbiasa dan sudah bisa menerima perlakuan orang tersebut. Untung saja dia tidak bekerja sebagai guru, bisa dibayangkan kalau Hana menjadi guru akan jadi seperti apa hasilnya.

Karena tampang imutnya itu juga orang – orang yang berniat jahat padanya tidak pernah menyangka kalau dia jago karate, setidaknya bisa menjaga dirinya sendiri. Berbeda sekali dengan adik semata wayangnya yang memang 7 tahun lebih muda dari Hana. Aya, demikian adiknya biasa dipanggil meskipun memiliki paras imut dan manis juga namun karena cara dandan dan tubuh bongsornya membuatnya kelihatan lebih dewasa dari usia yang sebenarnya.
Pernah suatu saat Aya mengajak beberapa teman kuliahnya untuk membuat tugas di rumahnya. Kebetulan saat itu Hana sedang cuti, jadi dialah yang membantu menyediakan makanan dan minuman untuk tamu. Terjadilah percakapan antara Aya dan teman – temannya…..
Ridwan : “Ay ! lo koq ga pernah cerita sih kalo punya adik sekiyut itu?”
Teman - teman: “iya benar, Ay. Bolehlah kita dikenalin, anak sekolah mana dia?”
Aya : “hey…gue ga punya adik tau, gue itu cuma 2 bersodara dan gue anak bungsu !”
Reni : ”Lah jadi yang tadi itu sepupu lo, ya?”
Aya : “maksud kalian yang nganterin makanan tadi itu?”
Teman – teman: “iyaaa………”
Aya : “hahaha….itu sih Hana, mbak gue tau !”
Ridwan : “beneran Ay? Maksud lo mbak lo yang udah kerja di Telkom itu?”
Aya : “apa perlu gue kasih liat KTPnya atau Akta kelahiran sekalian?”
Teman – teman Aya saling pandang

Selasa, 10 Januari 2012

I Love Japan

Yeah i still write a list everything made me attracted to Japan.....

The Technology {Vending Machine,....}
The Food {Sushi,......}
Manga or Comics
J-Dorama







I Love Japan

Tonight i get insomnia again, i don't know what to do. Commonly, i'll write a short story or some poetries but this time i really have no idea to do that. Things cross on my mind just about Nihon (read-Japan).

I have a big expectation to be there a.s.a.p. However the way, i am really attracted in whole things....

The Culture {kotatsu,kimono}
Sakura
The Letters {Hiragana, Katakana and Kanji}
















Sabtu, 05 November 2011

10 Dzulhijjah 1432 H




Semoga kita dapat mengambil IBRAH dari kisah Nabi Ibrahim 'Alaihissalam, juga mendapatkan MAKNA BERQURBAN yang sebenarnya. InsyaAllah

Selasa, 13 September 2011

Just A Song

saat ku masih terjaga di tengah malam ku dengar lagu ini, easy listening sekali.... (aku sangat menikmatinya)

DOAKU UNTUKMU SAYANG
by. Wali

Kau mau apa pasti kan ku beri
Kau minta apa akan ku turuti
Walau harus aku terlelah dan letih
Ini demi kamu, sayang....

Aku tak akan berhenti menemani dan menyayangimu
Hingga matahari tak terbit lagi
Bahkan bila aku mati ku kan berdoa pada Ilahi
Tuk satukan kami di surga nanti

Tahukah kamu apa yang ku pinta
Di setiap doa sepanjang hariku
Tuhan tolong aku, tolong jaga dia
Tuhan aku sayang dia

**Hopefully one day here will be someone sings this song just for me ^_^

Senin, 12 September 2011

IKHWAN NARSIS (part 2/End)


pict. by www.kawanimut.com

Ikhwan Idaman???

Ada seorang teman kuliah Khalis yang sering diajaknya ikut ke rumah Shofi, namanya Radit. Menurut Radit, Khalis adalah sahabat terbaik dan terdekatnya tapi ada yang aneh bagi Shofi. Bila benar Radit itu sahabat dekatnya, seharusnya dia tahu betul seperti apa sifat dan karakteristik Khalis sebenarnya. Namun apa yang digambarkan Radit tentang Khalis sangat berbeda dengan Khalis yang Shofi kenal bahkan seperti bumi dan langit. Sikap Khalis pun sangat berbeda saat dia sedang bersama sahabatnya atau teman – temannya yang lain, dia terlihat lebih sopan dan tidak banyak bicara bahkan temannya ada yang menjulukinya “cool guy”, “cute boy” bahkan ada pula yang menyebutnya “ikhwan idaman”. Setahu Shofi, kakaknya itu memang aktif ikut kegiatan Rohis dan tak pernah terlihat bersama wanita selain keluarganya tapi kalau sampai dibilang cool apalagi predikat sebagai ikhwan idaman sepertinya benar – benar tak pernah terpikirkan oleh Shofi apalagi hal itu diungkapkan oleh teman dekat kakaknya sendiri.

Demi memuaskan rasa penasarannya, suatu hari Shofi berkunjung ke kampus tempat kakaknya kuliah. Kampus itu lumayan jauh dari sekolah Shofi, harus naik bus sekitar 20 menit untuk sampai di sana. Sampai di sana Shofi melihat banyak mahasiswa bertebaran di sekitar kampus, ada yang baru mau masuk, ada yang akan keluar, ada yang berkumpul dengan teman – temannya berdiskusi, ada juga yang sedang berlari – lari seperti sedang terburu – buru mengumpulkan tugas kuliahnya.
Ada beberapa orang yang memandangnya heran, mungkin karena dia menggunakan seragam sekolah. Ada seorang mahasiswi berjilbab yang menyapanya,
Mahasiswi : “Assalamualaykum, ada yang bisa saya bantu Dik?”.
Shofi : “Wa’alaykumsalam, saya Shofi saya ke sini mencari kakakku”
Mahasiswi : “kalo boleh tau siapa nama kakaknya dan d progdi apa?”
Shofi : “Namanya Ikhwan Khalis Putra, di progdi Teknik Sipil angkatan 2010”
Mahasiswi : “ wah jadi kamu adiknya Ikhwan? Senang sekali bisa berkenalan dengan adik. Hmm…sebenarnya mudah sekali menemukan kakakmu itu. Kalau tidak di gedung fakultas teknik pasti di lab atau bisa juga di masjid”
Shofi : “maaf kalo boleh tau, nama kakak siapa dan apa kakak benar – benar mengenal kakakku?”.
Mahasiswi : “panggil saja saya Raisa, hmm….rasanya hampir semua yang kuliah dan mengajar di kampus ini mengenal Ikhwan” (sambil menjulurkan tangan untuk berkenalan).
Shofi : “senang juga berkenalan dengan kakak, maaf klo kak Raisa ga sibuk bolehkah Shofi ngobrol sekalian nanya – nanya ke kakak?”
Mahasiswi : “boleh..boleh..kebetulan saya tidak ada jam kuliah lagi untuk hari ini, kita ngobrol di kantin aja gimana?”
Shofi : “makasih kak, dengan senang hati” (dengan sumringah)”
Akhirnya setelah mendapatkan apa yang diinginkannya Shofi pulang dengan hati puas. Dan bertekad mengkonfirmasikan apa yang telah dia dengar dari Raisa kepada kakaknya.

Ikhwan Narsis

Hari ini Shofi sengaja berkunjung ke rumah Ummi Rani (ibunya Khalis) untuk mencari tahu sedang apa kakaknya itu. Kebetulan saat itu Khalis terlihat sedang asyik menulis di ruang tamu rumahnya.
Shofi : “Assalamualaykum…”
Khalis : “ Wa’alaykumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh” (dengan tatapan tetap ke kertas di depannya)
Shofi : “nulis apa Kak, asyik banget kayaknya sampai ga lihat – lihat ke sekitar lagi !”
Khalis : “ada deh, mau tau aja..”
Shofi : “ummi mana? Kok ga kedengaran suaranya?”
Khalis : “kayaknya ummi ketiduran tuh di depan TV abis kecapean bantuin tetangga yang mau hajatan, hmm…nyari ummi atau kakak nih?” (dengan senyum seraya menghentikan aktivitasnya)
Shofi : “kakak nih suka geer sendiri ja, tapi kebetulan emang Shofi ke sini mau menginterogasi !”
Khalis : “waduh serasa jadi tersangka nih diinterogasi, emangnya da apa?”
Shofi : “gini menurut kak Radit, kakak itu orangnya kalem, sopan n cool bahkan menurut teman – temanmu kakak dapat predikat ikhwan idaman”
Khalis : (dengan senyum lebar) “terus apa yang salah, itu kan orang yang nilai. Hehe…dan kamu harus mengakui kalo kakakmu ini memang keren !”
Shofi : “ga, Shofi ga setuju banget. Kakak kan bawel, usil pokoknya jauh dari kesan keren deh. Kenapa kakak berpura – pura sebaliknya di depan orang lain?!”
Khalis : (dengan senyum bangganya) “sebenarnya aku ga bermaksud berpura – pura tapi para fans kakak tuch udah terlanjur menilai kakak seperti itu, jadi daripada buat mereka kecewa ku nikmati aja semua penilaian baik orang itu ! haha…”
Shofi : “fans? Siapa? Jangan – jangan kakak geer sendiri lagi atau apa karena predikat sebagai ketua rohis yang alim juga mahasiswa berprestasi di kampus?
Khalis : “para akhwat itu lah yang jadi fans beratku, aku tahu kalo ada beberapa orang yang suka cari – cari tau tentangku. Ketua Rohis? Hmm…salah siapa pilih aku jadi ketua terus berprestasi? Hehe…syukurlah aku masih punya hal yang patut dibanggakan. By the way, para penggemar kakak tuh siap membantu apa pun lho ! Gimana kalo aku manfaatin buat bantu tugas kuliah atau ku dekatin yang cantik sekedar buat iri teman – teman yang lain?”
Shofi : “Astaghfirullahalazhim… dasar ikhwan narsis, kelakuan makin hari makin menyebalkan aja. Sadar Kak ! mungkin para mahasiswi itu juga sedang berpura – pura di depan kakak karena mau nebeng popularitas kakak aja. Tapi terserah kakak lah, Shofi ga mau ikut – ikutan, paling ntar Shofi bilang ke Kak Raisa kalo kakak itu ternyata seorang Ikhwan narsis ! hehe….” (dengan senyum bangga karena merasa tau rahasia Khalis)
Khalis : “Raisa? Raisa Putri Zahra? Kapan kamu kenalan sama dia? Dapat cerita apa tentang dia?” (dengan raut penasaran)
Shofi : “Kakak suka kan sama Kak Raisa? Hehe…Shofi punya nomor hpnya lho ! wkwk…”
Khalis : (muka bersemu merah) “suka? Sok tau kamu, pasti kamu dibohongi Radit…”
Shofi : “Kak Radit atau kakak yang bohong? Shofi tau, kan tadi Shofi sempat baca puisi yang kakak tulis buat Kak Raisa ! (sambil tersenyum puas lalu berlalu). Ya sudah aku balik dulu ya Ikhwan Narsis….Assalamualaykum”

Wajah Khalis semakin bersemu merah, merasa malu karena ketahuan puisinya untuk Raisa dan karena telah salah menuduh Radit berbohong pada adiknya.

Selasa, 09 Agustus 2011

IKHWAN NARSIS

“Astaghfirullah, Kak Khalis….”, seru Shofi. Gadis manis itu merasa terkejut saat sedang menikmati bacaan novelnya di teras rumah dan tiba – tiba seseorang datang menutup bacaannya. Tanpa rasa bersalah si Khalis masuk rumah dengan membawa novel itu sementara Shofi membuntutinya dengan raut kesal. “Assalamualaykum ! Ibu…ibu…”, Khalis langsung menuju dapur menemui Ibu Shofi yang sedang mempersiapkan masakan untuk berbuka puasa. “Wa’alaykumsalam….”, jawab ibu tanpa menoleh, sepertinya dia sudah tahu siapa yang datang. “Kakak, balikin dong novel Shofi, usil banget sih ! orang masih baca bukunya diambil”, seru Shofi lagi. “Iya..iya, pinjam bentar ja sewot banget sih, aku kan cuma mau lihat sinopsisnya. Lagian bulan puasa nih, jangan marah – marah entar ga dapat pahala lho !”, ujar Khalis tersenyum puas sambil mengembalikan buku kepada si empunya. “makasih !”, ujar Shofi sembari buru – buru mengambil novelnya kemudian berlalu pergi ke kamarnya. Sang ibu hanya bisa geleng – geleng kepala melihat kelakuan kedua anak tersebut.

Sementara itu Khalis yang melihat ibu Shofi sedikit kerepotan memasak, menawarkan bantuan. “Ibu masak apa? Khalis bantuin ya?”, tanyanya. “Emangnya kamu bisa masak?”, ibu Shofi balik bertanya. “Hmm….enggak sih, tapi mungkin Khalis bisa bantu ngiris – ngiris atau bersihin sisa – sisa masaknya. Hehe…”, sahutnya dengan senyum malu. “hehe…”, ibu Shofi balas senyum kemudian bertanya lagi, “ lah emangnya kamu ga bantuin ummi-mu di rumah?”. “oh justru karena Khalis sudah selesai bantuin Ummi makanya ke sini tadi udah pamit kok sama Ummi”, tutur Khalis.

Flashback

Sepuluh tahun lalu Ikhwan Khalis Putra hanya seorang anak yang pemurung dan tidak banyak bicara. Hal itu sebenarnya dampak dari kehilangan abi yang sangat disayanginya karena sakit sewaktu dia baru duduk di kelas dua Sekolah Dasar. Ummi-nya sudah lelah menghiburnya namun sia – sia, Khalis tetap susah untuk ceria. Hingga kemudian umminya mengajaknya pindah ke rumah baru yang kebetulan bertetangga dengan sahabat sang ummi, dia adalah ibunya Shofi. Kebetulan Shofi adalah anak tunggal, dia ingin sekali mempunyai seorang kakak. Jadilah Shofi riang hati ketika diberitahu ibunya kalau dia akan dapat kakak, anak dari sahabat ibu. “Shofi, nanti mama kenalin sama anak teman mama kebetulan dia juga ga punya adik, mama udah Tanya ke ibunya dan katanya Shofi boleh anggap dia sebagai kakak Shofi”, ujar ibunya dengan tersenyum. Shofi yang baru masuk Sekolah Dasar terlihat gembira sekali, “benar ma? Jadi Shofi punya kakak sekarang? Asyik..asyik…!” serunya. Ibunya hanya tersenyum melihat keceriaan putrinya.

Sifat Shofi yang ceria ternyata mampu menghapus kesedihan di raut murung Khalis, perlahan – lahan dia bisa mengikuti keceriaan sang adik bahkan kian hari semakin banyak keusilan yang dilakukannya pada adik satu – satunya itu. Ibu Khalis senang melihat keceriaan di wajah anaknya, dia sangat berterima kasih pada keluarga Shofi karena sudah menganggap mereka seperti keluarga sendiri. Ayah dan ibu Shofi juga senang bisa punya anak laki – laki seperti Khalis karena ada yang menjaga Shofi, bahkan ayah Shofi membantu membiayai pendidikan Khalis hingga dia bisa menghasilkan uang sendiri. Sementara Shofi dan Khalis sudah benar – benar seperti saudara kandung, ke mana pun adiknya pergi Khalis selalu jadi pengawalnya dan Shofi senang ada yang melindunginya.

still continue..... ^_^